Makanan Tradisional Burma (Myanmar)

Makanan Tradisional Burma (Myanmar)
Mohinga, hidangan nasional Burma (wikipedia)
Myanmar dikenal juga sebagai Biram, disebut Burma di dunia Barat tapi secara resmi dikenal sebagai Myanmar. melihat kondisi lokasi geografis Myanmar, masakan Burma telah dipengaruhi oleh India, China dan Thailand. Keanekaragaman masakan Myanmar juga telah dikontribusikan oleh berbagai etnis minoritas lokal. Masakan Burma sering ditandai dengan menggunakan produk ikan seperti kecap ikan dan ngapi (fermented seafood).
Seafood bahan utama yang umum digunakan di kota-kota pesisir seperti, Sittwe , Kyaukpyu , Mawlamyaing , Mergui (Myeik) and Dawei. sementara yang lebih umum digunakan di kota-kota seperti Mandalay adalah daging dan unggas. Dan sedangkan Ikan air tawar dan udang
sering dimasakan sebagai sumber utama protein dan masak dengan berbagai cara. Masakan Burma juga mencakup berbagai salad (a thoke)
Yang unik ada sejumlah sajak tradisional Burma yang populer yang berisikan kata "A thee ma, thayet; a thar ma, wet; a ywet ma, lahpet" kurang lebih diterjemahkan sebagai berikut "Dari semua buah, mangga yang terbaik , dari semua daging, daging babi yang terbaik, dan semua daun, lahpet yang terbaik "
Kebiasaan Makan secara Tradisional Burma mereka makan makanan yang umum juga di setiap negara menggunakan piring tapi yang lebih membedakannya diatas meja rendah sambil duduk di tikar bambu disajikan secara bersamaan. Makanan khas beras dikukus seperti halnya di indonesia sebagai hidangan utama dan hidangan yang menyertainya disebut hin dan mohingga adalah hdiangan nasioanl dari Burma. Burma juga memegang tabu beberapa takhayul tentang konsumsi selama dalam berbagai kesempatan dalam kehidupan seseorang, terutama kehamilan . Misalnya, ibu hamil tidak seharusnya makan cabai (untuk keyakinan bahwa hal itu menyebabkan anak-anak memiliki rambut kulit kepala yang jarang)
Share On:

0 komentar:

Post a Comment

Follow by Email